Post(s) tagged with "note to self"

2:41 pm : refleksi diri

Ada impuls ada momentum


rute harian saya pulang dari kampus salah satunya adalah Jalan malioboro. segala perkembangan yang dilakukan terhadap sepanjang jalan itu saya selalu tahu. dan untuk beberapa waktu terakhir ini, ada beberapa penghuni baru. yaitu palang himbauan “Anda memasuki kawasan ramah pejalan kaki”. hari-hari setelahnya, beberapa akun jejaring sosial yang mengatasnamakan kota tercinta ini pun juga banyak yang posting ‘nih loh jogja ada “tanda” kota ramah pejalan kaki’ . but yeah, tiap hari saya lewat sanapun, para wisatawan mau nyebrang aja, kudu benar-benar memicingkan mata dengan tajam apakah jalan benar-benar ‘aman’ -aman pakai apostrop, karena soal aman-keamanan dijalanan memang merupakan tanda kutip.- , sering tiba-tiba aja, udah mau nyebrang ehh tetep aja pengendara dari belakang melihat ada “arena balap nganggur” . sia-sia dah memicingkan matanya.

oke, itu secuil gambaran.

judulnya adalah refleksi diri. saya juga merupakan “pembalap gadungan” itu juga kadang-kadang. ga mau ngalah. dan itulah fenomena yang ada di Indonesia saya kira, ada impuls ada momentum. aksi-reaksi yang tanpa kita sadari sebenarnya, namun sering juga kita lalai untuk menyadari. jalanan bak menjadi arena politik juga. siapa yang berkuasa dia yang menang. dia yang bunyi klaksonnya kenceng dan terkesan membentak, dialah penakluk jalanan. dia yang mengegas mesinnya bagaikan komeng membawa motor jupiter Y keluaran barunya ya dia yang menang. penyeberang jalan adalah orang-orang yang mau menempuh suatu perjuangan,seperti yang kita ketahui menyeberang di indonesia itu perjuangan hidup dan mati. persiapkan penyeberanganmu dengan segala persiapan yang matang, amal-amalan, ampunan dosa. tentu saja, gak akan menyeberangpun sebagai makhluk Allah, harus ingat mati. 

nah, disini saya mengajak teman-teman sekalian, sekaligus mengingatkan diri yang menulis ini bahwa ketika kita menggemborkan-gemborkan diri sebagai aktivis lingkungan - menurut hemat saya, aktivis itu ga harus lho ya gabung di organisasi, menjadi orang yang memegang dan menjunjung tinggi suatu prinsip-prinsip juga merupakan aktivis.- , bahasa sederhananya, kita mengkritik apa yang ada disekitar kita namun mengapa kita tidak mengkritik diri sendiri terlebih dahulu? . suatu realitas dimasyarakat adalah kumpulan potongan-potongan perilaku diri kita sendiri juga.

Karena Allah Rindu Sama Ibuk

  • yesterday, i found my mom crying on living room's chair
  • R : ibuk kenapa ?
  • I : ini sakit ..
  • R: ibuk sabar ya... , ibuk tau nggak kenapa Allah kasih sakit sama ibuk ? Karena Allah Rindu sama Ibuk, Allah pengen ibuk semakin mendekat. Allah rindu sekali.
  • Allah selalu merindukan kita, are we miss Him all the times ?

Liburan #1

Beberapa kegiatan untuk mengisi liburan. 

Liburan adalah sarana untuk menantang diri menjadi lebih produktif.

Bulan. liburan juga tidak harus diisi dengan kegiatan non-akademik saja. bisa dimanfaatkan untuk membaca ulang materi-materi kuliah yang kemarin terlewatkan. atau bahkan sempatkan diri menengok Kartu Rencana Studi kita semester depan,persiapkan materi untuk semester depan. saya yakin, ada ketidakpuasan terhadap proses maupun hasil belajar kita kemaren.

Jangan sampai terpaku pada pertanyaan klasik sindroma liburan : “Habis ini ngapain ya? ” , “duh bingung mau ngapain” , “bosen ah gini-gini aja” .

Ubah budaya liburan kita, produktif tapi tetep have fun! :)

Move On untuk masa sepan lebih baik ! :)

Hidup itu bukan hanya tentang kamu dan teman-temanmu, bukan hanya kamu dan prestasimu, bukan hanya seberapa merindukannya kamu terhadap kehadiran suamimu, bukan tentang itu. Mereka ada untuk Satu yang Hakiki. Satu yang dituju untuk hidup di dunia ini. Allah.

- Ratna Anggareni

Cinta Allah kepadaku Hari Ini #2 : #cant-describe-it

karena kendala teknis, telat posting . hehe

Alhamdulillah,

When I back to my home I found my family around. I could see my Dad lay down on the carpet, I always  can kiss my mother’s Mom cheeks, and I can see my brother sat down front of the television.

I love them Ya Rabb.

Ketika aku di rumah aku harus professional menempatkan diri sebagai seorang anak perempuan dari kedua orangtuaku. Meskipun kehidupan di luar rumah so ‘colourful’. Aku juga harus professional menempatkan diri sebagai mahasiswa, sebagai bagian dari sebuah tanggung jawab besar yang harus diemban. Di dunia paralelku yang lain, baru saja aku mendapat refleksi diri untuk hari ini. Bahwasanya agama Allah sesungguhnya sangat indah, sangat menjaga diri kita. Jika kita menyadari itu. Semua aturan, ah bukan, semua bentuk penjagaan diri Allah untuk hambaNya bertujuan sangat sangat #cant-describe-it untuk kita. Karena itulah Allah berkuasa membolak-balikkan hati manusia. Sungguh, semua aturan itu untuk menjaga hati manusia. Hati manusia itu sangat rapuh. Seorang pemimpin dictator seperti Hitler sekalipun. Mudah terombang-ambing, mudah terpengaruh,mudah bergejolak. Hati manusiapun milik Allah, Allah berhak menjaga ciptaanNya dengan aturanNya. Haha, karena itulah bukan, ketika hatimu sedang dicoba, kamu selalu mengadu kepadaNya ? J.

Dunia fana ini sebenarnya hanya sementara …

Menjaga hati memang tak mudah, tapi bukankah

Semua aturan itu, karena Allah sayang padamu …

Allah selalu merindukan hambaNya …

Indah sekali sepertinya dirindukan TuhanNya …

 Ratna Anggareni

Yogyakarta, 11 Mei 2012 

Ingat, setiap tarikan nafasmu, tiap aliran darahmu, tiap gerakan syarafmu, tiap bekerjanya otakmu, semua itu terdapat Hak Allah yang wajib di ingat untuk disyukuri. Jangan lalai, ada Hak Allah.

- Ratna Anggareni

Bila disebut tentang solat, rasa diri tak perlu ambil tahu, kerna rasa dah tahu.


Tapi bila solat..

  • kita baca namun penghayatannya tiada.
  • bacaan pun belum tentu sempurna.
  • fikiran entah kemana.
  • thomakninah tidak ada.
  • laju bertarung dengan masa.
  • lewatkan solat perkara biasa.
  • ambil wudhuk juga sambil lewa.
  • nikmat solat tidak terasa.
  • dan ketenangan itu belum hadir juga.

“maka celakalah orang yang solat, iaitu orang yang lalai terhadap solat mereka.” (Al Ma’un, 107:4-5)

Source: sidratulmuntaha

Katanya cintakan Allah, tapi.. ⇢

Sibuk study sampai perintahNya terasa beban, berkira masa dengan tuhan.

Leka tengok drama sampai solat sengaja dilewatkan.

Solat juga cuma dianggap rutin sampai bacaan pun tidak tahu terjemahan.

Dengar lagu lagha sampai Quran dilupakan.

Beronline hingga kepagi sampai solat tahajjud dipertaruhkan.

Hukum Allah juga sampai dianggap tidak relevan, malah dipersoalkan.

Kadang rindukan dia sampai rindu Dia pada hambaNya tidak diendahkan.

Mengajak orang berbuat baik sampai diri terlupa tidak mengamalkan.

ya Allah wahai tuhan yang membolak balikkan hati, tetapkan hatiku pada agamaMu.. jangan sampai aku mencintai apapun selainMu..  

aamiin ..