9:10 pm : Management and Urban Policy studies.

yap. itu salah satu mata kuliah pilihan yang saya ambil semester ini. sebelumnya, saya sempet galau milih antara 2 mata kuliah pilihan : Management and Tourism Policy studies, atau Management and Urban Policy studies. pertamanya saya mantep, langsung ambil mata kuliah ini. tapi pernah labil waktu temen-temen sekelas banyak yang ambil parwisata. kayaknya seru gitu kan. dan lagi saya juga pengen tergabung sebagai wanita-wanita yang memberikan sumbangsih negara di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. aamiin hehe. saya tertarik untuk mengembangkan pariwisata Indonesia dan pengen memberdayakan wanita-wanita melalui usaha ekonomi kreatif :3.

tapi …. ternyata saya akhirnya dimantapkan ambil mata kuliah manajemen dan kebijakan perkotaan. entah ya, waktu awal langsung mantep, dan kemudian dimantepkan. huehe. saya jadi lebih mantep mempeljari ini karena konsentrasi studi saya adalah Public Policy. selain juga saya tertarik dengan fenomena urban yang ada di Indonesia saat ini. daerah perkotaan menjadi Melting pot. berbagai orang,budaya,pembangunan,peradaban manusia dapat dilihat di perkotaan.

Kata dosen saya, jika ingin melihat seberapa maju negara adalah dengan melihat perkotaan di negara itu. karena perkotaan merupakan hasil kemajuan suatu pembangunan negara. lagi, kebanyakan pemerintah saat ini lebih  membangun perkotaan dalam pandangan infrastruktur tanpa memperhatikan aspek sumber daya manusia yang sangat heterogen di sana. hanya diperlakukan sebagai artefak yang dipercantik dengan kurang memperhatikan sisi humanisnya. naaah kan saya tertarik banget tuh belajar yang kompleks begini. dan menurut saya, juga malah urban studies bisa sekalian mempelari sisi parwisatanya, nanti bakal belajar dari sisi heritagenya juga. saya pengen belajar desain tata kota serta perncanaannya kota-kota di luar Indonesia sana. bagaimana membangun perkotaan yang humanized,liveable, sustainable dan lain-lain. 

cerita dikit nih, dapat dari dosen saya juga sih hehe. menurut majalah The Economist, Vancouver, Canada sering menjadi the most liveable city in the world! namun pada thaun 2012 di geser oleh melbourne, Australia. saya jadi mau ngepoin nih kota.huehe. kalo di indonesia, menurut IAP -Ikatan Ahli perencana Indonesia- the most liveable city di Indonesia adalah Jogjakarta *kota gue iniiii hahaha :p* dengan Index kenyamanan 66,52 , dan diurutan kedua adalah denpasar dengan index kenyamanan 63.63. :D . 

intinya, saya semangat kuliah makul satu ini. hehe. oh ya, pilih dosen dulu yang bagus sih saran saya *buat maba #yakali*, karena misalkan pada awalnya kamu ga tertarik sama makul itu tapi dengan asahan tangan-tangan dosen berkualitas, pembelajran kamu bakal berkualitas juga. daripada mengira-ngira suatu makul yang dianggap ‘kece’ —anggapan loh ya, ikuti passion kamu itu penting— tapi dosennya kurang mumpuni dalam memberikan kuliah yah eman-eman kan , tapi gimanapun itu sebenernya sama aja sih kl diri sendiri hanya bergantung dapet ilmu dari bangku aja. *hmmm note to my self ini sebenrnya :p*  

SEMANGAAAATTT \m/


p.s : ayo-ayo yang anak jurusan arsitektur atau jurusan perencanaan wilayah dan kota bertukar ilmu dengan saya :3. hehe.

Notes

  1. superzupper posted this

← Previous Post Next Post →