PENGEN KE JAKARTA NYAMPERIN OMPILOMPI !!! 

Half done Painting kitchen! Kaya blaster :P,  ga rapi dikit :P . *pembelaan* at Ratna’s Wonderland – View on Path.

Half done Painting kitchen! Kaya blaster :P, ga rapi dikit :P . *pembelaan* at Ratna’s Wonderland – View on Path.

Hari ini resmi menjadi “Nasabah BANK” Bank Sampah. Tabung Sampahmu! Saldo awal 11ribu. lumayan :3 – View on Path.

Hari ini resmi menjadi “Nasabah BANK” Bank Sampah. Tabung Sampahmu! Saldo awal 11ribu. lumayan :3 – View on Path.

isnidalimunthe:

muhammadakhyar:

wow wow…

thecakebar:

Sourdough Danish Pastries Tutorial Sets {You must click link for FULL tutorial/recipe}

MAU BIKINNNNNNNNNNN!

maaaaauuu

Source: thecakebar

Status: pending :| – View on Path.

Status: pending :| – View on Path.

Tanaman kesayangannya ibuk.And i dont know how to treat them.Mom was separating them into small groups so they could growing well.Tante @vietnanti bisa bantu aku? :| – View on Path.

Tanaman kesayangannya ibuk.And i dont know how to treat them.Mom was separating them into small groups so they could growing well.Tante @vietnanti bisa bantu aku? :| – View on Path.

Heh! Ngelamun aja! *tabok kucingnya*

Heh! Ngelamun aja! *tabok kucingnya*

Source: stefanoancea

Apa baiknya judul tulisan ini ?

Prolog : sebuah acara televisi yang sedang menampilkan konser tunggal seorang penyanyi wanita kawakan yang sedang menahan nafasnya di nada tertinggi pada liriknya “namun…. apalah daya ini. bila ternyata…. sesungguhnya ….. aku terlalu cinta …” . lirik itu mengusik telinganya. alis berkerut-kerut memperhatikan penyanyi wanita itu. namun ia malas menggapai remote televisinya. karpet menjadi hangat. terduduki. pancaran cahaya laptop pada ukuran stabil. indikator baterai menunjukkan 90 %. oksigen ditarik dalam-dalam ke paru-paru. sebuah tissue bermerk siap berada tak jauh dari tangan kanannya. kedua sudut bibir ditarik rapat ke atas. dirinya telah siap. sepertinya. namun tampak kursornya telah aktif pada paragraf pertama.

Ia terhenyak sesaat. mengingat pekerjaan akademik yang baru saja ia kumpulkan hari ini. wajah yang diingatnya itu berkerut-kerut. kerutan oleh keriput itu wajar pada usianya yang sudah renta. namun kerutan itu nampak semakin berkerut rasa-rasanya. berkerut oleh wajah sedihnya. ada air tergenang dalam tatapan merana itu. air yang tidak menetes atau mungkin memang ditahan untuk tidak menetes. 

mungkin seperti mata yang menatap layar laptop itu. matanya tiba-tiba panas setelah menahan nafas di ujung tenggorok. air itu tidak mau ia teteskan, ditahan. baru saja ia sampai  pada paragraf kedua dan memberi titik pada kalimat ketiga. ia pikir air mata tersebut adalah air mata kelelahan menahan pancaran sinar laptop berjarak 30 cm tersebut setelah seharian menjalani rutinitas di kampus. 

ia mulai pada paragraf ketiganya. pada saat yang sama televisi menayangkan sekilas berita. berita pertama adalah banjir yang menggenangi sebuah kawasan di Tangerang, Banten. Berita kedua adalah terseretnya dua pelajar di sungai. ia mengetik lagi tanpa ekspresi ketika mengingat tentang kondisi negeri ini. ia diajarkan di bangku kuliahnya tentang bagaimana seharusnya memperbaiki negeri dan bangsa ini. saat ini ia diamanahi menjadi seorang ketua di organisasi dengan lingkup salah satu kawasan regional dunia dimana negerinya yang memiliki bahasa negara seperti ini menjadi salah satu anggotanya dan dianggap sebagai kakak tertua. bukannya adik seperti dirinya. menjadi kakak itu tidaklah mudah bukan? seperti kakaknya yang seringkali dibuat jengkel terhadap perilaku adiknya. ia menghela nafas. matanya nampak sayu.

ia melihat jam di layar handphone-nya. pukul 21.10, waktu yang berlaku di ibukota negerinya. suara standar motor terdengar di luar rumah. juga suara batuk yang khas. ayahnya baru saja sampai rumah. akan menjadi hal yang memalukan jika kau menangis di depannya. ia memutuskan berhenti sementara pada paragraf ke enam yang hanya terdiri satu kalimat, paragraf ala dirinya katanya bukan paragraf kata ibu gurunya di zaman SD dulu. ia memberi tiga titik. 

mungkin penyanyi itu ada baiknya didengarkan sejenak, pikirnya. 

to be continued …